Thursday, February 21, 2013

Hari Inspirasi telah tiba part 2 [#4: Kelas Inspirasi 2]

cerita sebelumnya di sini

jam ke 3 kosong
jam ke 4 kelas 6,
ini kelas paling banyak siswanya, tapi sangat anteng,,
ditanya cita-cita masi anteng, tapi di saat semua teman-temannya terdiam, seorang siswi dengan mantap bilang ingin jadi desainer, desainer baju katanya,, wow,, hebat, nak,, semoga terwujud,,
setelah didatangi satu persatu, akhirnya baru dijawab, "jadi dokter, model, dll",, di kelas ini siswinya lebih akrif ketimbang siswanya,
kemudian saya bercerita tentang sejarah cita-cita saya, dilanjutkan dengan cara kerja saya,, saya juga menyelipkan konsep 3R dan kejujuran saat menjual karya, bahwa tidak boleh mengakui atau menggunakan karya orang lain sebagai karya sendiri kmudian dijual,, mereka cukup antusias mendengarkan sambil sesekali tertawa saat saya melucu,,
dan waktu yg ditunggu pun tiba, yaitu berkarya,, di kelas 6 ini saya mudah memberikan instruksi dan mudah dipahami pula,, sehingga mereka menikmati tiap tahapannya seperti yg saya katakan, seperti memilih bahan dan warna yg tepat supaya hasilnya tampak serasi,, mendesain bagaimana sebaiknya bentuknya,, dan saat sudah yakin mulai ditempelkan,, aaaah,, benar-benar kelelahan saat persiapan dibayar dengan wajah-wajah
antusias dan kepuasan,,
di kelas 6 ini, hasil prakaryanya lebih beragam dan kreatif,, nggak plek ketiplek seperti contoh yg saya berikan,, langkah selanjutnya mereka akan mempromosikan karyanya,, mereka akan menjelaskan karyanya jadi produk apa dan berapa harganya,,
tidak disangka jawabannya beragam ada yg jadi gantungan kunci dijual dengan harga 10 ribu bisa untuk anak-anak,, boneka dijual dengan harga 20 ribu bisa dibeli oleh teman-teman sekolah,, bantal dijual dengan harga 15 ribu bisa dibeli oleh kakak-kakak,,
dan lagi-lagi 60 menit tidak terasa ketka saya sampai diingatkan mbak Anggi bahwa waktu telah habis,,
segera anak-anak saya minta menuliskan di kertas post-it cita-cita mereka yang dari awal saya minta untuk dibayangkan,, kertas-kertas ini nantinya ditempelkan di balon warna-warni yang akan diterbangkan,,

untuk penutupan, anak-anak, para guru, dan para volunteer berkumpul di lapangan,, setelah sambutan sebentar, anak-anak mulai menempelkan kertas cita-citanya,, saya sudah siap selotip kalau-kalau ada yg kertasnya tidak lengket lagi,, benar saja,, saya langsung diburu dan dikerubuti anak-anak,, begitu ngototnya mereka ingin diberi selotip karena kuatir ditinggal balonnya terbang,,
akhirnya terbanglah cita-cita dan harapan mereka setinggi langit,, tepuk tangan dan tawa langsung bergemuruh,, tapi oups,,
ternyata ada balon yang tidak bisa terbang, beberapa wajah kecewa mulai tampak,, akhirnya Bu Mona mengatakan bahwa beliau nanti akan kembali ke Jakarta naik pesawat, kalau mau kertas-kertas itu bisa dibawa Bu Mona, brarti kertas-kertas mereka bisa ikut terbang,, langsung saja mereka kembali tersenyum,, yeiiiiy :D
saat menikmati balon-balon itu beterbangan, seorang siswi berbando biru mencolek saya, "bu, besok ke sini lagi lho ya, ngajar di sini lagi,, janji lho, bu,," aaaaah,, sini, nak,, peluk ibu,,
acara diakhiri dengan siswa bersalaman kepada semua guru dan volunteer,, kalimat "terima kasih, semoga sukses, rajin belajar, semoga nilai UN bagus, semoga lulus, tiada henti-hentinya terdengar,,", kemudian kami berfoto bersama,,
sebelum pulang, para guru dan volunteer berkumpul di ruang guru, untuk makan siang,, hebat, sudah 'mengganggu', dijamu lagi ehehehe,, kemudian kami saling bertukar pesan dan kesan selama sehari ini,,
akhirnya kami pun berpamitan,,

foto bersama di lapangan, foto milik @mamanAgosto
trima kasih anak-anak,, justru kalian yg mengispirasi ibu, memberikan hal baru, menorehkan kenangan,, ibu tidak akan lupa kalian,, semoga cita-cita kalian tercapai,,
trima kasih bapak/ibu guru,, kalian hebat, penuh semangat,, terus mengajar demi anak-anak,, semoga perjuangan bapak/ibu berbuah manis,,
trima kasih teman-teman volunteer,, saya merasa belum ada apa-apanya dari pada teman-teman,, ternyata puncak saya masih jauh,,
trima kasih Kelas Inspirasi Jogja atas kesempatan yang diberikan,, saya jadi mengenal orang-orang hebat,, memberikan satu hari saya untuk tahun-tahun berikutnya,, memberikan hal kecil untuk anak-anak yang akan menjadi 'besar',,
sampai ketemu tanggal 23 Februari :)

Think big, start small, act now,,

note: foto-foto akan bertambah bilan sudah ada asupan dari para fotografer :)

Hari Inspirasi telah tiba part 1 [#4: Kelas Inspirasi 2]

postingannya lanjut ya,, yg ketinggalan ceritanya bisa ke sini dulu,, oya postingan yang ini akan dibagi dua karna terlalu panjang ehehehe,,

dengan diantar suami, saya sampai di SD 3 Jarakan tepat pukul 6.25,, suasananya adem, tenang karena memang letaknya yg cukup jauh dari jalan besar,,
akhirnya saya bisa bertemu teman-teman yg berasal dari Jakarta,,
yaaak,, inilah kami, kelompok SD 3 Jarakan,, 7 pengajar, yaitu Pak Arif [kepala Perpustakaan, sekaligus koordinator kami], Pak Edhi [profesor sekaligus ahli serangga], Ibu Ammy Nurwati [kepala Balai Konservasi Lingkungan Hidup], Mbak Mega [pendiri sekaligus ketua Yayasan Hoshizora], Mbak Sista [dokter umum], mbak Ramona Tirta [public relation dari Jakarta], dan saya, Sari [crafter :) ], 3 relawan video-fotografer, mas Maman dan mas Edo sebagai videografer, serta mbak Utami sebagi fotografer dr Jakarta [yg ternyata panggilannya jg Sari hehe,,] kami sepakat ber-dress code batik :)

tepat pukul 7, kami apel pagi di lapangan bersama para guru dan para siswa,, hanya kelas 6 yg tidak ikut karena sedang mengikuti try out UASBN,, ibu wakil Kepala Sekolah, Ibu Rini, membuka apel disambung Pak Arif mengenalkan nama kami tanpa profesi, agar surprise di kelas nanti,, dari tempat saya berdiri, tampak anak-anak kelas 1 begitu riuhnya, heboh dan bicara sendiri, wow,, gimana nanti di kelas, degdegan kembali mendera, ternyata memang hampir seluruh volunteer di twitter bilang bahwa kelas 1 adalah kelas killer ahahaha,, sedangkan anak-anak lain ada yg tampak serius memperhatikan kami satu persatu sambil berbisik pada temannya,, hahaha,,

Jam pertama kelas 1,
ketika saya masuk, saya langsung disambut anak-anak yg melihat keluar lewat jendela, berbicara keras-keras, berdiri jauh dari bangkunya,, o-ow,, langsung saya memberi salam, saya ulang 4 kali sampai anak-anak ngeh akan kehadiran saya dan membalas salam saya semua hahaha,, tapi tiba-tiba tanpa disangka ada seorang anak yg dance di depan kelas,, mampus nih,, dengan sedikit rayuan akhirnya dia mau kembali ke bangkunya,,
saat saya tanya masih ingat nama saya tadi, seorang siswi dengan lantang menjawab, "Ibu Sari",, trimakasi, nak,,
saat saya menjelaskan tentang kartu toilet, beberapa siswa putra maju ijin ke toilet, tapi begitu saya diam melihat ke arahnya, mereka langsung kembali ke tempatnya lagi hahaha,, cari perhatian banget ya mereka ini,,
saat saya menuliskan profesi saya di papan, beberapa siswa dengan lantang membaca "crafter",, wow,, "c"nya dibaca "k" lho,, bagus, nak,,
saat saya tanya, apa contoh karya kerajianan yg mereka ketahui, seorang siswi menjawab, "guci, bu", langsung teman-temannya yg lain bergiliran menjawab, "pot, bu,, vas, bu,, genteng, bu",, bagus, nak,,
siswa aktif, gurupun harus aktif,, hahaha,, saya berjalan ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang,, setengah jam pertama, saya mulai serak dan berkeringat ahahaha,,
saat saya bertanya apa cita-cita mereka, bergantian mereka katakan "pembalap, pemain sepak bola klub Spanyol, polisi, tentara, dokter, bidan, suster" tapi yang membuat saya terharu, ketika saya bertanya pada salah satu yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola "kalo jadi pemain sepak bola, maunya main di klub mana? Inggris? Itali?", jawabnya "nggak, aku mau main di tim Indonesia saja" dengan logat Jawanya,, aaaah,, hebatnya cita-citamu, nak,,
enak-enak menjelaskan, dikejutkan dengan 2 siswa yg duduk di depan pojok sudah berancang-ancang mau berantem,, o-ow apa lagi ini,, saya berusaha misahin, untung guru wali kelas segera datang, begitu dipisahkan, mereka langsung nangis,, ooh,, ini yg saya kuatirkan, ada yg menangis di kelas,,
tapi beberapa detik kemudian, kelas kembali terkondisikan,, akhirnya tiba waktunya berkarya, dengan bantuan wali kelas, saya membagi kelompok dan bahan berkarya,,
di tahap ini, para siswa begitu antusias menyelesaikan prakarya yg diberikan,, ugggh,, rasanya lelah persiapan kemarin hilang begitu saja, melihat betapa senangnya anak-anak ketika karyanya suda selesai,, bagus, nak,,
satu persatu karya dipamerkan dan tepuk tangan sambil mengucapkan "wow kereeeen,," pun tidak henti-henti,,
dan, oupss,, ternyata sudah 60 menit berlalu, tidak terasa,, "terima kasih, nak", "terima kasih, bu",

jam kedua, kelas 3
di kelas ini mereka ingat nama saya, tapi selalu memanggil saya "mbak" bukan "bu" alasannya karna saya tampak masih mbak-mbak,, hahaha,,
ketika saya bertanya tentang cita-cita, jawaban mereka "pemain sepak bola, dokter, tentara, ustad, pemain bulu tangkis seperti Taufik Hidayat", ketika saya tanya siapa yg mau jadi presiden mereka tidak ada yg mau, alasannya presiden pekerjaannya banyak ahahaha,,
kemudian saya bertanya kira-kira apa pekerjan saya sambil mengeluarkan kain, gunting, jarum, benang, dan menggantungkan beberapa karya,, tiba-tiba seorang siswi menjawab "memeh" [menjemur dalam bahasa Jawa] o-ow,, saya sempat terdiam, antara speechless dan geli ahahaha,,
tapi begitu karya saya keluarkan, mereka langsung berebut ingin lihat, ingin minta, bahkan sampai ingin membeli,, bagus bagus katanya,, wuaaaa,, trimakasi, nak,,
ketika saya bertanya contoh karya kerajinan mereka cukup kesulitan,, masi bingung,, lalu ada yg menjawab "lempung"
"dibuat jadi apa?"
"barang bermanfaat"
"contohnya?"
"gerabah"
"apa lagi?"
"guci"
"bagus,,"
langsung deh mereka berebut menyebutkan kerajinan dari tanah liat, dari kain,, dll,,
di kelas 3 ini mereka suda mulai peduli gender, ketika berkelompok laki perempuan, serentak mereka berseru "cieeee,,"
seperti di kelas sebelumnya, di kelas inipun mereka bersemangat saat berkarya dan lebih senang lagi saat tau karyanya boleh dibawa pulang,
luang sedikit, mereka kembali berebut mengambil karya saya, akhirnya saya katakan bahwa mereka juga bisa membuatnya dan saya menjelaskan bagaimana cara membuatnya,,
kemudian saya bertanya "bagaimana, menyenangkan ya kegiatan kita tadi?", "iyaaaa,,", "jadi siapa yg kira-kira ingin jadi crafter seperti ibu?", langsung lengang dan hanya ada gelengan ahahaha,,
begitu bel istirahat, bukannya keluar kelas, mereka kembali berhamburan ke meja saya saat saya sedang sibuk beres-beres dan tidak sempat menyelamatkan gantungan kunci yang mereka perebutkan,, hahahaha,, kembali mereka memohon untuk membelinya,, bahkan beberapa ada yang memberi saya uang 2 ribu sebagai gantinya,, oooh, nak,, polosnya kalian,, setelah dirayu-rayu, akhirnya mereka mengembalikan ganci-ganci itu, bahkan ada anak lain yang membantu saya mengumpulkannya,, trimakasii, nak,,

bersambung ke sini,,
saya saat di kelas 3
foto milik @kepikecil
yang antusias membeli itu justru siswa putra :D
foto milik @kepikecil

Persiapan, hectic tapi menyenangkan [#3: Kelas Inspirasi 2]

ok, jadi ini adalah postingan lanjutan dari postingan sebelumnya,,

setelah beberapa kali koordinasi lewat milis, saya mendapat jadwal mengajar di kelas 1 dan 3,, ok, saya langsung mendata kira-kira mo bikin karya apa di kelas nanti, tapi masi bingung karna saya kurang tau karakter anak kelas 1, kegiatan seperti apa yg cocok untuk mereka, jangan sampai nanti malah menyulitkan,, akhirnya pertanyaan ini saya simpan dan akan saya tanyakan langsung pada guru kelas saat survei nanti,,

Kamis, 14 Februari, saya dan 3 teman yg lain sepakat untuk survei ke SD 3 Jarakan,, ternyata letaknya di belakang pasar Niten, Sewon, Bantul,, wah,, tambah lagi tempat baru yg saya kunjungi di Jogja,, hehehe,,
berkenalan dengan Kepala Sekolah, Ibu Darmilah, beberapa guru kemudian berkeliling melihat ruangan-ruangan,, yang membuat saya terkesan dan salut adalah cara pandang Ibu Kepsek,, beliau tidak ragu-ragu ketika menyetujui sekolah beliau untuk dikunjungi #KelasInspirasi,, beliau justru mendukung kegiatan semacam ini,, karna menurut beliau ini adalah kesempatan para siswa mendapat pengetahuan yang mungkin tidak mereka dapatkan dari sekolah maupun orang tua,, yang lebih hebat lagi, di tanggal 20 Februari nanti seharusnya sekolah mengirimkan beberapa siswa untuk mengikuti pembukaan PORSENI di kabupaten, namun karena beliau sudah menjadwalkan ikut #KelasInspirasi dan besarnya manfaat yang bisa didapatkan para siswa, Ibu Kepsek minta ijin untuk datang sendiri bersama guru OR dan seorang perwakilan siswa berprestasi saja,, sungguh luar biasa,, begitu pentingnya acara #KelasInspirasi ini bagi Ibu Kepsek,, beliau tidak ingin seorang pun dari siswanya tidak mengikuti kegiatan ini,,

foto saat survei,, foto milik @kaninas
Minggu, 17 Februari, kami berkumpul lagi untuk koordinasi, kali ini tempatnya di Fakultas Pertanian, UGM,, yess, tempat baru lagi ohohohoho,, keputusan akhir, saya mengajar 3 kelas, yaitu kelas 1, 3, dan 6,, wah, ketiga kelas ini jelas karakter anaknya berbeda-beda,, sangat anak-anak, tengah-tengah, dan mulai remaja,, namun karena keterbatasan tenaga, saya memutuskan untuk praktek karya yg sama, hanya isi dan cara penyampaian yang berbeda,,

Selasa, 19 Februari, kami berkumpul lagi untuk koordinasi terakhir, tapi saya tidak bisa ikut karena hujan & tidak ada yg mengantar ehehehe,,

sampai selasa malam, saya masih berkutat dengan bahan praktek, tapi alhamdulillah, sambil dibantu suami, seluruh bahan selesai pas jam 11,, akhirnya saya tidur, pasang alarm 4 kali dan pesan pada adik yang nun jauh di Malang untuk menelpon saya saat dia bangun,, saking kuatirnya terlambat bangun karna tidur kemalaman hahaha,,


ini  bahan praktek untuk anak-anak nanti, memanfaatkan  perca kain batik,,

ini bintang emas, diberikan pada anak-anak yg dengan berani unjuk gigi di depan kelas

jadi sebenarnya apa yg ingin saya bagi pada anak-anak?
lengkapnya sih saya ingin bercerita singkat tentang sejarah cita-cita saya sejak TK, yang akhirnya membawa saya pada profesi sekarang,, bahwa tidak masalah punya cita-cita banyak & berganti-ganti,, karena itu justru  membuka wawasan kita kemanakah sebenarnya minat kita,,
kemudian saya akan bercerita tentang pekerjaan saya, apa saja yg biasanya saya lakukan, untuk kelas 6 saya ingin mengenalkan tentang konsep reduce, reuse, recycle,, dan kejujuran saat menjual karya,,
kegiatan akan saya akhiri dengan praktek membuat karya sederhana,, untuk kelas 6, praktek berkarya ini saya lanjutkan dengan mereka berakting sebagai crafter, sampai tahap menjual,, ohohoho,,
gimana ya jadinya nanti,,

penasaran?

bersambung ke sini